Realitasku sebelum mundur #03:20 dini hari

Di antara getirnya malam, dunia seakan tak berpihak padamu. hingga,
Kau hanya beranggapan kaulah yang hanya merasakan sakitnya kehidupan,
Kejamnya perjalanan hidupmu, tidak adilnya tuhan padamu,
Beratnya beban yang kau rasakan
Sampai akhirnya kau berkata, kini bebanku perlahan mulai berkurang. Namun, tak sedikitpun kau mau melihat di ujung persimpangan hidupmu, di antara remang-remang cahaya yang selalu di tutupi tebalnya awan kelam, tanpa kau sadari di antara keping-keping awan kelam tersebut terselip cinta di sana. itu yang tak bisa kau liat saking terlalu sibuknya  kau berpikir bahwa tidak ada kehidupan yang menjanjikan di antara cela-cela suramnya malam. kau terlalu meremehkannya. maka dari itu
sayangnya kau tak bisa menyelamatkan lembutnya angin malam itu, ndai saja kau mengerti senyumku malam itu, andai saja kau mengerti bahasaku saat itu
tak mungkin kau berpaling dengan yang lain
tak sedikitpun kau mau menaruh kesabaranmu sedikit di antara bayang-bayangmu sendiri.
hanya karena diriku akan lama pergi darimu
Aku bukan pergi jauh darimu, hanya saja kau tak pernah menyadari bahwa selalu ada aku di antara hela nafas kepedihanmu. datanglah jika kau benar-benar butuh tempat bernaung
Pundakku selalu ada untukmu. aku tak akan merebutmu dari yang lain.
Aku bukan seorang wanita yang di lahirkan tuhan untuk saling merebut milik orang, namun tuhan menciptakan aku menjadi wanita yang mengalah, sakit memang tapi aku selalu yakin dan percaya, selalu ada kado terindah dari tuhan untukku.
aku tak menyalahkanmu, kau berhak memilih mana yang harus kau miliki, itu hak mu.
hanya saja aku tak mengerti satu hal, tentang ia yang menjadi milikku, aku tau bahwa dialah yang mengejarmu, dan apa masih ada diriku di dalam hatimu,  setelah kau bersamanya,
tidak, kau tak bisa melupakan itu, hingga aku yang tak mengerti letak salah ku
dengan cetusan tanpa alasan juga sebab yang ku terima darinya
awal ku kira itu hanya perasaanku saja yang beranggapan bahwa ia berbeda padaku
wanita yang biasa tertawa bila melihat namaku, tertawa ketika aku memanggilnya dengan sebutan A.Box, Kini wanita itu drastis ketus padaku, banyak sentilan yang datang padaku, sampai akhirnya kupertanyakan sedikit kalimat dan ku simpulkan dari setiap kepingan prosa2 yang kutip dari sudut siku-siku yang berbeda
ternyata ia cemburu padaku. terkadang aku ketawa geli melihatnya
Apa ?, apa yang harus kau khawatirkan, apa yang harus kau takutkan, ia kenapa aku berkata kau takut, karena memang kau takut kau ia akan kembali padaku saat aku kembali di hadapannya, janganlah kau khawatirkan, aku jauh berbeda denganmu, rasanya aku tak pantas untuknya. hanya yang ingin ku sampaikan sedikit bait yang ingin ku tekankan padanya yang membaca
bukan aku yang mengejarmu Mas Erros tapi kau lah yang mengejar2 aku.
setiap kata demi kata yang keluar dari mulutmu akan selalu menjadi rahasiaku.
aku tau dan paham betul itu privacymu dan itu tanggung jawabku untuk selalu menjaga setiap konfidensialism setiap individu...


#pesanku pagi ini : #Tuhan selalu tau mana yang terbaik untuk umatnya....#mereka tak pernah pergi hanya saja belum kembali.

Komentar

Postingan Populer