oretan selasa siang
hampir satu tahun aku tak pernah mampir kemari,sejak hari itu aku memutuskan untuk lebih baik aku mencari ruangan yang lebih luas dan nyaman, bukan ruangan yang penuh dengan wajah wajah yang senantiasa kecut memandangku, aku selalu mengalihkan pikiranku agar tidak terlalu membenci mereka yang membuang wajahnya padaku, yang penting aku tidak mengganggu mereka itu pikirku, semenjak itu aku terkenal dengan sebutan gadis cuek super duper, hanya karena aku tak pernah ambil andil untuk ikut ikutan nimbrung atau nongkrong bersama teman teman, atau hanya sekedar minum secangkir kopi disebuah cafe, aku selalu memiliki segudang alasan agar tidak ikutan kongkow kongkow bersama mereka. ntah apa yang sedang mereka pikirkan tentangku saat itu, hanya saja pandangan mereka padaku begitu berbeda, mereka seperti bukan teman temanku yang biasa penuh dengan keceriaan, melainkan mereka orang asing yang hanya bisa menilaiku dari covernya saja, mereka beruntung mengenalku karena aku bukan gadis yang begitu saja meninggalkan mereka disaat duka. karena aku telah berjanji untuk tidak pergi meninggalkan mereka disaat suka maupun duka, menyakitkan memang namun, semua ada prosesnya, sampai akhirnya aku memilih untuk lebih baik sendiri dulu disaat hatiku tidak nyaman bersama mereka. tak mudah untukku belajar menerima mereka, awalnya ku tinggalkan mereka disaat menderita, sampai pada akhirnya aku memberanikan diri bercerita pada seorang dosen kesayanganku, aku belajar dari dia, aku mulai memahami kehidupan dari dia, aku juga belajar mengerti diri sendiri dari dia, sepahit apapun hidup yang di jalani, beranilah untuk terus maju, karena pada dasarnya hidup ini tidak akan pernah berbalik memutar keadaan yang semestinya. kini aku percaya bahwa tuhan tidak akan menabur senyuman tanpa ada air mata.
Ruangan ini semakin penuh dengan rak rak yang di penuhi buku buku, namun, tak satupun ada yang tuntas aku baca, hanya sebatas mengisi waktu kosong, bahkan ada yang hanya sebatas melihat covernnya saja tanpa membaca sinopsisnya, aku akan membacanya hanya karena ada penugasan untuk sebuah tugas yang menuntutku untuk harus menghabiskan halaman demi halaman agar aku paham dan mengerti makna dan manfaat apa yang terkadnung dari isi yang tertulis di dalamnya, ntah apa yang sedang ku pikirkan saat itu hanya saja aku selalu bingung dan sulit untuk memahami apa yang harus aku mulai, dari mana, kapan dan ntah apa. yang penting aku sudah mengumpulkan niat agar bisa mengejar target untuk dicapai, terkadang aku hanya mampir untuk mendinginkan badan, atau hanya sekadar duduk duduk manis sambil merebahkan sedikit kepalaku di atas meja, hingga pada akhirnya tanpa sadar aku tertidur di pijok ruangan itu, ntah ada yang mendengar atau tidak dengkuranku, atau mungkin mereka berpura pura tidak mendengar, mungkin mereka paham bahwa tipe gadis sepertiku bukanlah gadis kutu buku, melainkan gadis tidur, atau mungkin gadis pemakan segalanya.
Mereka yang berada di dalam bersamaku, bukan berarti mereka kutu buku, ada juga mereka yang setipe denganku, masuk, duduk, sambil pegang pegang buku seperti orang pinter dengan kaca mata tebel, perlahan mereka juga merebahkan kepalanya untuk bisa memejamkan mata sejenak setelah beberapa jam harus bergelut dengan mata kuliah yang begitu melelahkan yaitu Statistika, mereka yang tidak begitu mencintai statistik karena mereka malas untuk menghitung mengeluarkan kalkulator atau kertas buram, mereka yang malas dengan itu semua bukan berarti mereka bodoh, melainkan mereka ada orang orang yang pintar berbicara, pintar beralasan dalam keadaan tersulit sekalipun. percayalah mereka yang tidak mencintai hitung hitungan adalah mereka yang pintar mengarang menulis sajak sajak, puisi, atau bahkan karangan indah untuk disampaikan pada yang tersayang. bisanya sampai kertas ujianpun penuh dengan karangan indah ntah itu benar atau salah, yang penting di isi dulu. kadang aku jengkel dengan orang seperti itu, dikarenakan mereka suka jail, atau suka mengerjai orang, pantesan teman temanku sering jengkel padaku, karena aku juga sama seperti mereka. nakal namun tetap dirindukan.
Komentar
Posting Komentar