Aku dan Bayanganmu
sejak saat itu, sejak pertama kali ku melihat wajahmu, tanpa di sengaja rasanya sulit untuk melupakan bayang bayangmu di benakku, wajahmu, suaramu yang khas, jalanmu, warna pakaianmu waktu itu selalu bermain di pikiranku. entah apa yang terjadi, yang ku tau aku tak ingin kau pergi jauh. penantian setiap hariku hanya sebatas mimpi dalam dongeng yang selalu berharap kau hadir dan mengetuk pintu hatiku. aku bagaikan peri dalam dongeng hanya bisa membatu dan menyatukan mereka yang saling jatuh cinta, namun, aku sendiri tak mampu menyatukan diriku dengan dia yang ku cinta. menyakitkan bukan. penantian itu begitu jelas terasa menyakitkan dalam diriku, mencintai mereka yang kau suka dalam diam begitu jelas terasa membuat jantungku begitu gelisah setiap harinya. kerinduan yang tak pasti membuatku harus berpura pura baik baik saja di depan teman teman, sulit untukku berbagi kisah dengan mereka walau mereka teman dekat sekalipun, itu semua disebabkan aku tak mudah percaya dengan siapapun, yang ku yakini dan percaya saat ini hanya berbagi cerita dengan sang pencipta, hanya padanyalah ceritaku tak akan bertebaran jauh seperti sampah. mereka yang berwajah bak malaikat belum tentu mampu menjaga kepercayaan kita, ketulusan yang ku berikan pada mereka hanya sebatas angin lalu bagi mereka. entah apa yang sedang mereka pikirkan. biarlah, biarkan mereka bahagia dan aku masih tetap di posisiku sebagai pemeran utama dalam kisahku, akan sia sia jika aku harus melayani tingkah laku mereka, aku sama saja seperti mereka yang tak punya pikiran jika aku harus ikut campur dalam menceritakan keburukan orang, sebab hidupku pun belum sempurna masih banyak kejanggalan dalam keluargaku, bisa di katakan hancur. aku disini berdiri bukan untuk menyerah walau air mataku sulit berhenti, aku disini untuk terus maju dan berjuang melihat perubahan mereka terutama ayahku sendiri.
Dia yang didalam diam membuatku selalu tersenyum, hingga hari inipun senyum itu masih terasa dalam hidupku, aku dan kamu begitu jauh namun, aku percaya bahwa kita tetap dalam lingkaran yang sama, bila nanti kau dan aku tak mungkin bersama, aku ingin kau tetap menjadi abangku. abang yang selalu melindungiku, abang yang selalu menjagaku, dan abang yang selalu menasehatiku disaat aku jatuh tanpa daya. aku akan selalu bahagia bila melihat kau bahagia, aku akan selalu mengingat lambayanmu pagi itu, kau tak pernah melupakan aku begitupun aku padamu. begitu beruntung ia yang menjadi istrimu, mendapatkanmu bagaikan mendapat anugrah terindah. kau dan keluargamu begitu istimewa. dan aku masih berharap memiliki keluarga yang bahagia dan terindah. kau dan keluargamulah yang membuatku jatuh hati, agar keluargakupun menjadi istimewa.
melangkah,, pelan tapi psti dirintik hujan desember,, maafkan,, atas ketidak berdayaan ini,,, janji yang telah terucap lewat bagai angin lalu,, teruntukmu yakin dan percayalah aku terkadang malu untuk melalui ini,, seorang laki laki yang telah ingkar akan janji dihati,, ohhh tuhan ampuni dosaku,, teruntuk dia tuhan ku mohon kepadamu dalam keheningan malam dirintik hujan Desember,, berikanlah,, yang terbaik,, yang terbaik untuk mendampinginya,, dunia akhirat,,,
BalasHapuskalau bejalan awas tersandong semut