Melawan benci

 Sejak saat itu, sejak aku memilih untuk vacum dan mengintrospeksi diri, aku tak lagi peduli untuk singgah atau sekadar melirik, bahkan tak terpikirkan olehku untuk merawatnya. Hari ini, pertama kali sejak hari aku menghilang, menghilang tanpa jejak, mungkin tak seorangpun mencariku di sini. Terlalu banyak kenangan sehingga aku tak mampu untuk menulisnya lebih detil. Suatu pagi, aku belajar banyak dari apa yang sering menimpaku, tentang kejadian demi kejadian, peristiwa demi peristiwa, apa yang kulakukan dan kembali lagi padaku. belajar mengikhlaskan, menerima dengan penuh ketulusan dan lapang dada atas segala yang terlontar padaku merupakan pelajaran yang paling rumit namun harus terus di jalani sehingga suatu hari nanti kau akan mengerti, kenapa hidupmu tak pernah berakhir untuk terus belajar. Tersenyum yang awalnya berat akan terasa menjadi suatu kebutuhan yang sangat menyenangkan, Saat kau mengetahui bahwa dirimu paling beruntung dan berharga yang di takdirkan Tuhan untuk mereka yang hadir dalam hidupmu. kehadiran mereka yang hanya sebatas meminta pertolongan mu saja, menjadikan mindsetmu berkelana jauh, seakan mereka hanya memanfaatkanmu, walau faktanya sedikit banyak prasangka itu benar, kau akan di anggap ada, kau akan di anggap teman jika kau masuk dalam kriteria mereka. sayangnya aku akan tetap dengan fashionku, tampil dengan diriku, suka oke, gak suka juga oke, hey kalian aku tidak menumpang makan dan mengemis pada kalian, jadi aku tak pernah peduli tentang kehidupan kalian. my family is number one. ketika para mulut datang menghujani dada, menjadikan  luka yang teramat sulit untuk sembuh, tak dapat di pungkiri terkadang tanpa sadar aku mendoakan yang tidak mengenakan pada mereka yang menyakitiku, yang tak sepantasnya keluar dari mulutku. Terkadang aku belajar untuk memilih bungkam dan menangis agar luka hatiku tak terlalu dalam dan segera sembuh, Bangkit dalam luka yang di goresi oleh orang yang kau anggap baik itu terasa sangat menyakitkan seperti di sambar anak panah salah sasaran. benar kata Tuhan baik menurutmu belum tentu baik menurut Tuhan, buruk menurutmu belum tentu buruk menurut Tuhan, berusaha baik-baik saja di depan mereka yang berpura-pura baik padamu menjadikan mereka beranggapan bahwa aku mudah untuk di bodohkan dan tidak mengerti apa-apa, sayangnya ntah siapa yang pandai dalam berakting aku atau mereka. Bahkan aku tak ingin berlama-lama berada dalam dunia mereka yang hanya bercermin pada diri sendiri tanpa sadar bahwa yang mereka lukai adalah hati mereka sendiri. membela sesuatu yang salah dan menyalahkan sesuatu yang benar hanya karena salah satu di antara mereka merupakan teman baik. seperti yang ku tulis sebelumnya kasus ini sama adanya, kau akan di anggap ada jika kau termasuk dalam pilihan mereka, punya uang, punya paras dan body yang bagus, apalagi komformitas dengan fashion mereka. oke fix kalian satu geng. sangat di sayangkan lagi bagi dia yang ingin di anggap ada rela menempel seakan ia mampu menjadi salah satu dari mereka, namun kasian dia lupa satu hal bahwa dia hanya menjadi bahan perolokan kelompok mereka saja. sadar kawan lebih baik kau tak menjadi kelompok suatu komunitas hanya karena kau ingin di anggap ada, don't be freak oke. ada lagi dia yang lebih memilih cuek, tidak ikut nimbrung satu sama lain malah di anggap aneh. hah, baik salah, salah apalagi jadi primadona bahan ghibah mereka. Tuhan menghadirkan beragam isi kepala yang harus di hadapi , Semua itu kiriman darimu di mana aku tak lebih baik untuk mereka dan mereka juga bukan terbaik untuk kehidupanku. terus satu lagi ada lagi yang bangga bisa mengetahui tentang privasi seseorang seakan ia lah yang lebih tau tentangnya. aku rasa mereka lupa ada langit di atas langit, atau mungkin biar di anggap keren aja, dan ada sesuatu yang akan hadir yang akan membuatmu menangis bahwa luka yang kau goreskan kan padaku kembali padamu. karena Tuhan tidak akan membiarkanmu bebas sampai kau merasakan persis seperti yang kau lakukan pada mereka. Jangan menyangkal kenapa ia menimpa dan hadir tanpa di undang, benakmu pasti mengerti singgah sanamu saat ini sedang berperang melawan gejolak badai yang akan melewatimu hingga kau akan bertemu dengan indahnya samudera lepas tanpa ombak, langit biru dengan camar sebagai penghiasnya, lingkar pelangi yang akan selalu menjadi primadona tiap senja merah jingga. Di akhir tulisan yang akan menjadi pesan untuk ku tetaplah menebar kebaikan dan jangan pernah kembali ke belakang, tahan hatimu cukup Tuhan dan keluarga bagimu.

Komentar

Postingan Populer