Ketika Rasa Datang Tanpa Permisi
Kesalahan
terbesar itu datang di saat aku harus bermain dengan rasa orang lain, ntah
siapa yang salah, ntah siapa yang benar, yang ku sadari akulah yang salah,
bermain pada hati yang salah. tanpa harus menyalahkan yang lain. Kali ini
hatiku di uji soal rindu yang tertahan. Ia
benar, datang tanpa aba-aba, bahkan rasa itu mengetuk disaat yang sulit untuk di pahat.
Pahit, rumit, sulit bahkan sempit untuk di ungkit, tak saling berani hanya mampu
berkelit sambil saling mencuri pandang melepas rindu yang sempit. Huuffh,,, hela
panjang yang merakit. begitulah aku dengan tetap melirikmu sedikit.
Hal
terpahit itu kau hanya mampu memandang nya dari kejauhan tanpa mengetuk, saling
berbagi sinyal tanpa ada balasan, kau itu lucu, unik bahkan aneh, lama-lama
bikin menarik, dan rasa itu benar bahwasannya aku tak sendirian dalam rasa yang
tertahan, namun, sebaliknya kau pun punya rasa yang sama, yang menjadikan kita
sama-sama mengirim sinyal namun tak saling berani untuk saling mengungkap dan berbagi, ini tentang
benteng pertahanan yang di bangun begitu kokoh dan kita tak saling berani untuk
saling menyentuh. Ini juga bukan soal
cinta, ini soal hati yang sulit untuk di isi dengan prihal tentang antara aku
dan dia saling menunggu, namun tak saling memberitahu, kau yang tak mampu untuk
ku sentuh dan aku yang sulit untuk kau rangkul. Acchhh ini soal ada hati yang
harus di jaga, agar tak tersakiti. Karena hatiku tak boleh sakit. Maka ku
pertahankan diriku, dan kau ku titip pada sang pemilik hati.
Jika
hal nya pasir yang terlalu erat di genggam akan habis, maka kau pun sama, tak akan ku genggam kau begitu erat, ku tulis namamu di dalam langit-langit dunia dalam sebait doa,
menjadikan kau salah satu doa terpentingku setelah keluarga dan diriku. ku tata rapi-rapi tentang perasaan padamu agar iya tetap dalam porsinya tanpa ada kata posesif dan obsesif, Kau juga
kesekian kali dan mungkin akan hilang,berganti dengan yang lain, hingga bertemu
dengan ia yang tepat pada waktu yang tepat pula. karena pintaku jika benar pertahankan jika
tidak hilangkan. Kau paham ?, perlahan
sakit itu menghilang, ketika hatiku berdamai dengan rindu yang tertahan. Entah sayang
atau bukan yang jelas kau masih mampu menjadi pemenang, untuk ku pandang dan ku
pertahankan. Aku tak lagi menjadi denial hanya soal rasa, namun menjadikan ia
teman akan lebih leluasa. Sedikit banyak,
ada beberapa hal yang tuhan berikan padaku tentangmu. Menjadikan aku belajar
banyak hal tentangmu, bukan hanya soal bahagia bersamamu, namun, tata cara
menghadapimu jauh lebih kompeten dalam keseharian kita nanti, saling membuat
nyaman, berbagi cerita duka bersama agar saling menyelesaikan, bukan hanya tawa
dan bahagia saja. Itu sebabnya aku tak pernah mengerti cinta itu apa.
Datang
dan jujurlah, katakan padaku tentang hatimu, agar aku tau benar tentang hatimu,
cukup antara kita dan tuhan saja, maka kau ku percaya setelah nya, untuk saling
menyimpan dan tak boleh untuk di jalankan. Kode sandi tempo hari itu, tatapan
kekhawatiranmu tentangku benar bukan ?, aku juga begitu, rindu itu sakit,
tentang hati itu perit bukan perih ya. Maka kita akan tau kemana arah
selanjutnya, membuat sebuah komitmen, kau titipkan aku pada iya sang pemilik
hati, maka kau tak harus gengsi dengan rasamu sebenarnya. Mimpi tempo hari itu
ntah kenapa benar adanya kau yang rindu berat padaku, sehingga aku harus menjerit
menahan sakit padamu. Kesekian kali nya aku harus menahan rasa, ini tahun
terberat tentang rasa yang berat bahkan begitu erat untuk di lepas. ntahlah hari esok, semoga ia selalu menjadi titik terang tentang hadiah indah yang ku harap dari tuhan. genggamlah erat tanganku, raih dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, pintalah dengan penuh harap, katakan, dan berikan jawaban, tentang benar memang ia untukku. takdir itu unik dan pelik bahkan akan menjadi cerita yang menarik untuk hari tua nanti. bersamamu atau tidak, yang pasti kau sudah ku titipkan pada ia sang penguasa, meminta yang sempurna pada sang maha sempurna. sampai bertemu dengan cerita yang baru, ntah dengan ia yang sama atau yang baru. jika ia, dalam diam kau akan menyimpanku dalam pandangan hatimu.
Komentar
Posting Komentar