Kode Kepekaan antara Kau dan Aku

Jumat, 11 Maret 2022, Hari itu hari yang tak pernah ingin benar-benar terjadi, hari yang jika boleh di izinkan, aku ingin ia di hilangkan. tanpa tau bagaimana prosesnya. Proses yang ntah kapan awal terjadinya, sulit untuk di putar kembali bagaimana ia hadir dan merepotkan. tak saling tau namun saling menunggu, ntah akan bersatu atau seiring waktu akan berlalu. yang jelas kau salah satu soal ujian terberatku, karena hati, aku jatuh hati, karena mata aku jatuh cinta, jadi ku putuskan untuk tidak sadar bahwa kau ada, maka, datanglah, aku terima dan akan ku jelaskan bagaimana jawabannya. agar kau paham dan megerti bukan ketidakpekaan yang aku miliki namun, aku tak terlalu berani soal hati yang satu ini.

Aku yang pernah menyimpan rasa pada ia yang biasa saja, jatuh cinta pada hal yang sederhana menerima sesuai apa yang ada. sayangnya waktu itu aku sedang berusaha untuk mampu menjawab soal ujian yang ntah apa maksudnya, hingga aku lupa aku benar-benar berharga, menangispun sia-sia. engkau yang sombongnya luar biasa, seleramu bak permata, yang harganya mahal tak terkira, dan aku bukan pilihannya.

Saat itu, aku terlalu rendah hanya sebuah rasa suka, kini aku tak lagi bisa kembali sama untuknya yang biasa saja.  hatiku mungkin saja masih terbuka namun tidak lagi untuknya, yang biasa saja dan sederhana, bahkan untuk kembali aku sudah enggan untuk bersama, mungkin saja aku sudah lupa, peristiwa tentang kita, mencoba membalut luka dengan cinta bahkan rasa suka, Namun, tetap saja aku tak peka.

ini bukan soal kepekaan belaka ini tentang apa benar itu kau. hadir untuk ku membalut luka di awal sehingga aku tak mampu untuk sekedar menjalinnya. kau yang mencoba membuatku tertawa dan aku membalas nya dengan tawa yang kau inginkan. dan aku ingin kau mengerti, namun, aku tak terlalu berani untuk menyampaikannya sendiri, jadi ku kirimkan surat lewat doa dalam sepertiga malamku untukmu lewat ia sang pemilik hati, dan aku percaya kabar itu akan sampai padamu. di mana isi surat mengatakan bahwa datanglah dan katakan biarkan aku tau isi hatimu. agar kita tidak saling mencuri pandang di saat kita melepas pandangan ke lain. agar kita tak saling bertanya tentang diri kita masing-masing. kau tau aku percaya tentang sakitnya di awal akan menjadi kado terindah antara kau dan aku di akhir hubungan kita nanti. cerita antara kita akan menjadi unik dan romantis. bagaimana tangan tuhan menjadikan kita satu dalam sebuah ikatan suci pernikahan yang penuh berkah dan rahmatnya. itu sebabnya aku akan tetap bertahan dan bersabar dalam rasa sakit yang kau berikan, namun aku juga punya target untuk bertahan atau meninggalkan. segalanya punya batasan dan pilihan.

ketika kau mendiamkanku aku jauh akan lebih diam darimu, dan kau tak akan tahan itu, bungkamku bisa saja jauh lebih kejam dari keegoisanmu, itu sebabnya ku berikan kau jalan untuk bertemu dengan ayahku, agar kau paham seperti apa wanita yang kau temui ini. aku memang mencari pendamping namun bukan sebatas pendamping, ia juga mampu membimbing yang akan menjadikan aku wanita terhormat walau kau tak punya pangkat.

Bukan sedikit yang mengatakan bahwasannya aku terlalu memilih dan pada dasarnya memang aku memilih, memilih mana yang patut dan mana yang pantas, mencari yang kaya dan ganteng itu sudah lumrahnya seorang wanita yang pada dasarnya hanya sebatas formalitas saja, jikalaupun kaya namun tidak royal dan pelit toh jadinya juga sia sia. kembali pada kondrat yang utama ya aku mencari yang sholeh, namun tak munafik kaya dan ganteng juga masuk dalam kriteria, bertubuh atletis dan tinggi, perfect bukan ?, so pasti. kan minta nya sama maha sempurna, atau harus kah kutuliskan segalanya di sini agar kau memahami tulisanku ?, dan kau mengaminkan. mana tau aamiinmu salah satu aamiin yang di kabulkan tuhan untukku. kadang banyak yang mengatakan bahwa aku gak sadar diri tentang fisik yang tak sempurna dan otak yang biasa saja. dan kau harus tau satu hal tentang aku selalu siap dengan kenyataan bahwa apa yang kau minta tidak selamanya sesuai dengan apa yang kau inginkan, bahwasannya tuhan itu memberi sesuai dengan porsi kebutuhanmu, dan aku akan tetap meminta tanpa ada kata menyerah, dan permintaanku harus sempurna walau sebatas curhat tentang rasa suka atau cinta, dan benar, kau merepotkanku, aku harus terus menggantung namanu dalam sepertiga malamku atau mungkin terlewatkan akan ku titip di setiap waktu bila ingat. oke. sakit pasti, iya benar. lebih sakit lagi ketika kau harus menceritakannya pada manusia yang pada akhirnya bersambung lewat lidah tak bertulang..

Aku yang masih saja mencari dalam diam, mencari dalam tenang, tenggelam dalam keraiman memikirkan atau hanya sebatas berdoa agar di satukan tidak di pertemukan lagi, karna bisa saja kita sudah bertemu hanya belum waktu untuk bersatu. seperti kisah nabi muhammad dan Kadhijah. kisah yang selalu menjadi inspiratif ,begitu juga tentang Ali dan Fatimah atau masih banyak lagi. aku tak lagi memandang semut di seberang namun, aku sedang belajar memandang gajah di pelupuk mata. belajar sadar bahwasannya kau ada, belajar peka untukmu yang hadir dengan tanda tanya dan kode antara kita, belajar ikhlas pada ia yang datang, ntah iya atau bukan, aku percaya ada petunjuk jalan yang benar-benar tuhan takdirkan untukku. jalan yang rumit dengan kisah yang menarik, unik untuk di lirik bahkan sulit untuk di hilangkan. hingga benar adanya bahwa sakit yang kau ukir di awal merupakan titik awal kisah kita yang menarik, unik dan romantis hingga akhir. dan akan menjadi sebuah kenangan antara kita setelah ntah aku atau kau yang akan pulang duluan.


Komentar

Postingan Populer