esok selalu menunggumu
Tak banyak kisah yang harus ku ceritakan, hanya saja mengulang detik-detik menjelang pagi, agar aku bisa dengan lincah mengetik apa yang terlintas di dalam otakku malam ini, naluriku hari ini berbeda aku bagaikan berenang di atas lumpur, tak butuh waktu lama untukku melorotkan diriku diatasnya. sebab itu kuputar jariku menuju laman baru agar semua isi2 yang telah tertata di otakku tak hilang saat aku menulisnya. dan agar besok aku masih punya cerita untuk mereka yang setia menantiku di ujung mimpi. aku tak mau ada kekecewaan di raut wajah mereka hanya karena aku lebih banyak diam dan memilih membisu saat dini hari.
Pilihanku bukan tanpa bukti, aku lebih memilih diam agar esok aku masih bisa berbicara pada mereka yang ingin mendengar keluh kesahku, mereka yang selalu merenung dan meratap wajah senduku yang sejak dulu hingga kini tak pernah menampakkan serinya. mungkin karena aku terlalu banyak menguras otak, atau mungkin karena aku terlalu sibuk dengan mereka yang selalu mencurahkan keluh kesahnya padaku. padahal aku bukanlah seorang ahli yang selalu bisa menyelesaikan masalah, hanya karena aku pintar dalam memainkan drama kebahagiaan.
Aku lelah dan teramat lelah dengan setiap jengkal kesedihan yang selalu menggrogoti hidupku, makanya ku ubah skenario kesedihan menjadi sebuah happiness, sebab itu aku tak pernah mengenal arti sedih, karena setiap jengkal kesedihan yang menyapa akan berubah otomatis menjadi kebahagiaan tanpa batas.
sebab itu mereka selalu melontarkan banyak pertanyan tentang mengapa aku tak pernah bersedih ?
aku rasa pertanyaan itu bukanlah suatu hal yang penting untuk di jawab, namun, sayangnya mereka selalu memaksaku untuk menjawabnya. dan pada akhirnnya aku hanya bisa bilang tidak ada kesedihan yang berkepanjangan dan untuk apa kita bersedih tanpa ada pembatas, dan kenapa kita selalu membiarkan mereka menghancurkan benteng happinessnya hanya karena kita rapuh dan gampang tumbang, pohon kering saja masih bisa kokoh saat angin bertiup kencang, kenapa kita harus pasrah saat kesedihan sejenak menyapa.
#Setidaknya kita tau bagaimana mengatur air mata menjadi sebuah tawa. aku rasa ITU MUDAH, hanya saja banyak dari kita selalu melupakan tawa, saking banyaknya tabungan air mata.
Pilihanku bukan tanpa bukti, aku lebih memilih diam agar esok aku masih bisa berbicara pada mereka yang ingin mendengar keluh kesahku, mereka yang selalu merenung dan meratap wajah senduku yang sejak dulu hingga kini tak pernah menampakkan serinya. mungkin karena aku terlalu banyak menguras otak, atau mungkin karena aku terlalu sibuk dengan mereka yang selalu mencurahkan keluh kesahnya padaku. padahal aku bukanlah seorang ahli yang selalu bisa menyelesaikan masalah, hanya karena aku pintar dalam memainkan drama kebahagiaan.
Aku lelah dan teramat lelah dengan setiap jengkal kesedihan yang selalu menggrogoti hidupku, makanya ku ubah skenario kesedihan menjadi sebuah happiness, sebab itu aku tak pernah mengenal arti sedih, karena setiap jengkal kesedihan yang menyapa akan berubah otomatis menjadi kebahagiaan tanpa batas.
sebab itu mereka selalu melontarkan banyak pertanyan tentang mengapa aku tak pernah bersedih ?
aku rasa pertanyaan itu bukanlah suatu hal yang penting untuk di jawab, namun, sayangnya mereka selalu memaksaku untuk menjawabnya. dan pada akhirnnya aku hanya bisa bilang tidak ada kesedihan yang berkepanjangan dan untuk apa kita bersedih tanpa ada pembatas, dan kenapa kita selalu membiarkan mereka menghancurkan benteng happinessnya hanya karena kita rapuh dan gampang tumbang, pohon kering saja masih bisa kokoh saat angin bertiup kencang, kenapa kita harus pasrah saat kesedihan sejenak menyapa.
#Setidaknya kita tau bagaimana mengatur air mata menjadi sebuah tawa. aku rasa ITU MUDAH, hanya saja banyak dari kita selalu melupakan tawa, saking banyaknya tabungan air mata.
Komentar
Posting Komentar