Secebis harapan #~Dengan logika yang sama~tapi Egosentris yang berbeda~

Hanya Dia

Saat semua yang menemanimu hilang dan pergi,saat tak satupun manusia yang enggan menemani saat sepimu, dan tak secuilpun ingin bersamamu, janganlah kau pasrah dengan kepingan-kepingan air matamu, yakinlah bahwa masih ada secebis harapan yang harus kau jaga saat air matamu mengalir bak arus sungai hilang arah. walau yang tersisa hanya ceceran mimpi yang hancur berkeping-keping.

Andai nantinya aku juga pergi darimu dan tak memungkinkan untukku kembali lagi, janganlah kau nampakan sendu di binar wajahmu, dan janganlah kau lambaikan perpisahan seakan kita tak bisa bertemu lagi walau sebenarnya kita tak akan bisa bersama lagi.  sesungguhnya jika boleh diriku berkata jujur kau selalu terlihat manis dan cantik di saat bibir pasihmu menyunggingkan senyuman, walau raut wajahmu selalu pucat bagaikan mayat yang enggan masuk keliangnya. Tetaplah kau berusaha dan terus berjuang menghadapi penderitaan yang tak pernah berhenti mencekek lehermu, seakan ia tak mau melihat kau hidup lebih lama lagi dengan kebahagiaan. jika boleh ku menulis sebaik ungkapan hatiku padamu, aku benar-benar merinduimu, hingga aku tak sanggup untuk jauh darimu, tapi mengapa kau pergi dariku. katamu kau tak pergi hanya saja aku tak menyadari akan kehadiranmu dan kau hanya berkata diriku cuma kurang peka akan kehadiranku. namun aku tak sanggup menunggu waktu yang begitu panjang yang selalu menggrogoti pikiranku. aku begitu menyayangimu. sayangnya kau tak pernah mau mengerti. kau selalu menitipkan senyuman padaku, sampai-sampai sulit untukku mengumpulkan kepingan-kepingan senyuman yang selalu kau sampaikan padanya. aku berusaha mengerti dan memahami makna senyuman yang selalu kau lontarkan padaku. kau tetap pilihan hatiku.

Walau senyuman itu terpaksa engkau berikan pada mereka yang kau benci, namun, kau begitu pintar menukar kebencian itu dengan senyuman penuh makna. tidak padaku, aku selalu sadar akan kepedihan yang kau alami, walau aku tak begitu paham apa yang membuat kau selalu bersusah hati. namun, aku percaya dan yakin, kau akan kembali padaku saat kau membutuhkan sandaran.  senyuman itu akan selalu menjadi teman sejatiku hingga akhir hidupku, kau tetap menjadi milikku walau hanya dalam bayangan abadi. agar mereka yang melihatmu sadar akan amarah yang terlontar di balik senyum dinginmu. Jika kita tak bisa bersatu disini, mungkin suatu hari nanti kita akan bersatu diluar sana. 

#Jangan pernah bersedih : Tuhan selalu tahu mana yang terbaik untuk kita.. teruslah berjalan, karena dirimu akan menemukan surat terakhir dariku, jangan kau tanyakan pada ia yang memberinya, tapi tanyakan pada dirimu apa isis surat terakhir dariku.

Komentar

Postingan Populer