Last December
hey Desember kamu tau kalau hari ini merupakan hari terakhir kita bersama di tahun 2014, selamanya dan selamanya semua umat manusia akan pergi meninggalkan setiap moment moment bersama, baik itu moment penuh suka cita maupun sebaliknya. yang jelas berbagai cara kita merayakan akhir taun guna menyambut awal tahun, biasa kita beri nama happy new year. siapa sangka kalau waktu setahun itu sebentar, aku salah satu orang yang akan menyetujui bila ada yang beropini bahwa kurun waktu satu Tahun itu benar-benar singkat, sayangnya terlalu banyak yang mengeluh dan tidak percaya bahwasannya dirinya benar-benar paham selayaknya profesor yang sedang menerangkan dinamika kehidupan setiap individu. kita terlalu banyak menyangkal padahal kita mengerti betul mana yang benar dan mana yang salah. namun, tetap saja masih banyak yang beranggapan bahwa kurun waktu satu tahun ini begitu panjang dan rumit untuk di jalani. ia wajar, kita bisa melihatnya banyaknya bencana n musibah yang terjadi, tapi tau kah kalian semua itu terjadi hanya karena kurang bersyukurnya kita pada sang penciptanya. kita selalu diingatkan dengan kelembutan sayangnya kita terlalu sering melalaikannya. hingga akhirnya tuhan menyentil kita dengan sedikit duka mendalam padahal semua itu belum apa-apa di banding ketika zaman nabi. aku si bukan ingin berceramah, hanya sekedar berbagi soal tentang agama aku jauh dari bisa, setidaknya aku mau berubah menjadi lebih baik, dari aku yang tak bisa apa-apa menjadi lebih sadar bahwa tuhan selalu dekat n sering menemani kita saat suasana penuh keceriaan bahkan saat penderitaan menghampiri sekalipun.
aku selalu berharap dengan datangnya hari baru,bulan baru, bahkan tahun baru, semua apa yang kita impikan apa yang kita cita-citakan berjalan sesuai rencana. aku cukup lelah dengan keadaanku, kadang ingin rasanya merebahkan diri sejenak menghirup udara segar diatas puncak mahameru, namun sayangnya, waktu itu belum juga tersalurkan hingga kini, semua apa yang terjadi dalam angan akan selalu kekal di dalam batas ambang angan saja. terdengan pesimis, ach payah. aku tak bisa mengeluh lagi, ini sudah seperempat abad aku hidup bukan anak berusia 2 tahun lagi yang harus menangis saat apa yang di inginkannya tidak dituruti orang tua. bangkitlah Tala, kau tak boleh menyerah tanpa berperang, kau tak boleh marah pada dirimu, kau harus lebih banyak bersabar, lebih banyak bersyukur, bukan terus terusan mengeluh.ingat Tala, kau wanita yang kuat bukan lemah. "continue"
aku selalu berharap dengan datangnya hari baru,bulan baru, bahkan tahun baru, semua apa yang kita impikan apa yang kita cita-citakan berjalan sesuai rencana. aku cukup lelah dengan keadaanku, kadang ingin rasanya merebahkan diri sejenak menghirup udara segar diatas puncak mahameru, namun sayangnya, waktu itu belum juga tersalurkan hingga kini, semua apa yang terjadi dalam angan akan selalu kekal di dalam batas ambang angan saja. terdengan pesimis, ach payah. aku tak bisa mengeluh lagi, ini sudah seperempat abad aku hidup bukan anak berusia 2 tahun lagi yang harus menangis saat apa yang di inginkannya tidak dituruti orang tua. bangkitlah Tala, kau tak boleh menyerah tanpa berperang, kau tak boleh marah pada dirimu, kau harus lebih banyak bersabar, lebih banyak bersyukur, bukan terus terusan mengeluh.ingat Tala, kau wanita yang kuat bukan lemah. "continue"
Komentar
Posting Komentar