Sekadar Coretan

Aku bisa melihat mereka dari sini, tanpa ada yang mengetahui bahwa akan ada aku disini melihat kemesraan mereka yang sedang menggebu gebu, harap harap cemas saat salah satu dari mereka tidak ada kabar, rasa rasa ingin meraunng, bahkan ingin makan pun sulit. padahal belum tentu hubungan ini akan berakhir di pelaminan. mungkin ini yang di namakan jatuh cinta, yang ujung ujungnya akan berakhir dengan air mata, amarah bahkan kebencian. tak urung juga berakhirnya suatu hubungan bisa mengakhiri hidup seseorang. ada yang memilih untuk mengakhiri hidupnya hanya karena di tinggalkan atau di putusin. ntah apa yang di perbuat dengan pasangannya hingga ia berpikiran sependek itu. harap di maklumi ini soal asmara yang sedang membara, bagi mereka yang sedang kasmaran, siapapun pasti berharap peluk dan cium penuh hangat disetiap detik detik kebersamaannya. 

berakhirnya suatu hubungan, tak peduli siapa yang memulai mengakhir hubungan ini, mau dia, aku, kamu bahkan kita sekalipun, yang jelas berakhirnya suatu hubungan pasti ada sebab dan akibatnya, mengapa dia memutuskan kita, atau mengapa kita memutuskan dia. itu sebab adanya ketidak cocokan, ntah ia yang berpaling dengan yang lain atau kita menganggap ia sudah tak peduli lagi dengan hubungan ini karena ada yang baru. atau lagi pengen sediri aja. semua itu selalu melalui proses panjang, hingga kita dapat menemukan titik tengahnya, lanjut atau bubar.

jangan marah dulu, jika kita tidak di pilih atau dia lebih memilih yang lain, bukan berarti dia selingkuh, tapi ini sebuah proses transisi dimana dia mencari yang terbaik, bukan berarti kamu tidak baik, melainkan dia mencari yang lebih dari kita. wajar, siapapun pasti akan mencari yang lebih baik, bahkan kalau bisa yang perfect. walaupun kita sadar bahwa tidak ada yang sempurna sekalipun. terciptanya sebuah hubungan yang erat dan awet karena adanya sebuah kepercayaan yang selalu terjaga dari kedua belah pihak, mampu menerima setiap ruas kekurangan pasangannya hingga tak ada lagi ungkit mengungkit soal kamu kurang ini atau kamu kurang itu, dulu kamu bilang sayang sekarang apa ? ach semua itu bul shit.  itu semua hanya bisa menambah masalah, jika sudah ada salah satu dari kita berkata begitu, siap siap akan adanya pertengkaran hebat di antaranya. daripada memilih untuk bertengkar lebih baik bicarakan baik baik tentang hubungan yang di jalin, kembalikan ke jalan awal tentang komitmen sebelum menjalin hubungan, mungkin dengan begitu salah satu dari kita akan meminta maaf soal persoalan yang sangat rumit ini. kalaupun sudah tak bisa, setidaknya akhiri dengan baik baik, karena kita bertem baik-baik ya akhirilah dengan baik pula.

tak seorangpun yang akan tau kalau hubungan ini akan berakhir atau awet hingga ke pelaminan, semua ini hanya akan menjadi rahasia yang akan selalu di nanti-nanti setiap individu yang menjalaninya. sebuah surprice ntah itu bahagia atau bahkan sebaliknya, intinya kita harus selalu siap dengan kejutan dari Tuhan. tak selamanya badai berakhir dengan kerusakan, pastinya di akhir badai akan selalu ada pelangi yang akan menghiasi langit langit dunia.

Malam ini mengingatkan ku prihal seorang pria yang selalu setia menunggu seseorang di pojokan warung kopi, tentang ia dan wanita itu, aku selalu menemuinya disana, ia tak pernah lelah bahkan selalu bersemangat walau dalam keadaan lemah sekalipun, selalu menyisipkan waktu walau sedetikpun demi wanita sang penghias mata, penambat hati. sedikit lebay, tapi itulah kenyataan yang terlihat olehku, ia akan menyunggingkan senyuman malu malu saat wanita itu tiba diwarung, sambil berkata : "mie gorengnya 1 di bungkus ya bang".  tak menyangka lelaki yang ku kenal penuh dengan ketegasan bisa berperawakan malu malu seperti banci perempatan yang biasa ku temui. sambil berkata : neng mau di nyanyiin apa ?.. wow amazing.. mungkin ia sedang kasmaran, makanya begitu wataknya. tak ubahnya lelaki yang lain, siapapun kalau sedang kasmaran pasti akan lemah lembut. sama seperti pria yang ada di depanku yang berjarak sekitar 7 langkah. ntah ia sadar atau tidak kalau aku selalu memperhatiknnya disana. ach masa bodo.yang penting aku punya cerita agar aku tak kehilangan akal untuk bicara.

sambil meneguk kopinya di pojokan, tak berapa lama sang pemilik warung menghampirinya sambil berkata, "bang, maaf.. kopinya saya lupa kasi gula, mau saya ganti dengan yang baru ? " ...hahaha... aku kira dia benar-benar sedang jatuh cinta.. hingga kopi pahitpun berasa manis di tenggorokan. dimana kiranya indra pengecapnya saat itu ? mungkin sedang berkelana mencari wanita sang pujaan hati. wanita berparas anggun, dengan senyum simpulnya yang manis, aku bisa mengacungkan jempol bahwa wanita dengan jilbab pink itu begitu cantik. suaranya yang lembut, alunan nada pas dengan parasnya. siapapun pasti akan terpesona dengannya. hanya satu yang ku kira kenapa pria itu benar2 peduli dan berkeras hati mengejarnya. sebab, wanita itu tak mudah di rayu dan tak mudah jatuh cinta dengan pria manapun, sekiranya pria itu bisa mendapatkan wanita itu, begitu beruntungnya, mendapat wanita dengan budi pekerti yang begitu indah, bukan soal wajah yang cantik tapi akhlaknya yang good looking.

tak sia sia kiranya penantian yang begitu lama jika pria itu benar2 serius untuk mendapatkan wanita itu, kesabaran yang selalu di luahkannya di setiap pojok warung hingga wajah harap harap cemas saat wanita itu tidak hadir, walau hanya sekedar lewat di depan warungpun ia begitu bahagia. 

hanya butuh sedikit keberanian untuk merapat mendekati wanita itu, tapi bagaimana kiranya jika ia tak sudi aku dekati, jangankan ingin menjadi pacarku, ingin bertemanpun mungkin ia tak sudi, begitulah kiranya yang di pikirkan pria itu. tak seorangpun yang tau kan, siapa sangka kalau wanita itu juga menyukai pria ini, hampir tiap hari wanita itu juga hadir dsana, hanya sebuah lirikan kecil yang selalu terlempar untuk pria itu, mungkin wanita itu takut kecolongan kalau ia juga sedang menanti nanti kehadiran pria itu. sesekali ia tersenyum karena sudah tak bisa mengelak kalau sedang memandangi pria itu. 

lama sudah aku tak mampir ke warung kopi itu, semenjak pria dan wanita itu saling sapa menyapa dengan berbagi senyuman, ternyata mereka sudah mulai dekat, pria itu sudah berani untuk berbagi kisah dengan wanita itu, tentang ia yang berjuang tiap sore mampir kesana hanya untuk menemukan senyuman yang ia cari selama ini sebagai pengobat rindu agar ia bisa tidur lelap untuk menyambut mentari esok paginya, begitu pula sang wanita yang selalu tergesa-gesa menuju warung kopi dengan alasan membeli mie goreng ternyata untuk melihat si kucel sang pengobat rindu juga. huffttt cinta itu memang aneh, tak saling bicara hanya karena tak punya keberanian.padahal keduanya saling suka.

#jangan menyerah jika belum berperang, jangan pasrah sebelum berusaha, jangan sedih bila di kritik bahkan di marah sekalipun, jangan kecewa ketika kita di remehkan, semua itu pelajaran untuk kita untuk terus berjuang

Komentar

Postingan Populer