?

Mereka yang selalu bersamaku bukan berarti mereka selalu mengetahui tentang kondisiku, ayahku sekalipun tak pernah ku biarkan beliau mengetahui keadaanku, bagaimana mungkin mereka yang tak memiliki ikatan denganku ku biarkan tau. ketika itu usiaku mulai menginjak remaja, waktu itu keluarga kami masih utuh dan harmonis, kebersamaan diantara kami selalu terasa hangat, lebih lebih lagi orangtua yang selalu pintar dalam mengatur waktu bersama, saat musim liburan tiba, walau tidak ada jadwal jalan jalan, hanya sebatas duduk di rumah kami memiliki ibu yang sangat super, apalagi soal bisnis perdapuran.. hahahha... beliau selalu saja tau apa yang kami inginkan, apa yang menjadi favorite anak - anak dan suaminya. sop bakso ikan selalu menjadi makanan favoriteku, kuahnya yang masih panas, didalamnya tak pernah ketinggalan kawan kawannya kentang, wortel, makaroni, soun, bakso ikan pastinya, ada juga si buncis, and jagung manis, bahkan ibuku selalu memasukkan daging kornet di dalamnya, hmmm, aroma daun seledri selalu membuatku tak mau ketinggalan untuk menjadi orang pertama yang melahapnya. kadang ibu bertanya kami ingin makan apa, masakan yang jarang di masak dan selalu menjadi kesukaan kami bersama adalah kerang masak kari + roti canai. kenangan bersamanya tak mudah untuk kami begitu saja melupakannya, kerinduan akan tawanya, pelukan hangat yang selalu beliau berikan, bahkan rela tidak tidur demi menjaga kami sewaktu sakit. sudah hampir tujuh tahun beliau pergi, namun, bagiku beliau masih saja ada.

kadang disela sela pembicaraan terdengar sayu di telingan
ibuku selalu berkata "selagi kakimu masih bisa berjalan atau bahkan hanya bisa berdiri, atau hanya mampu merakak sekalipun, ketika itu banyak yang bertanya kabarmu, engkau cukup mengatakan iam ok".

Dan mereka tidak akan bertanya banyak lagi tentangmu, berjuanglah, jangan menyerah atau terjebak diantara kepingan kepingan kebingunganmu, jangan juga kau menyerah dengan keadaanmu ketika sakit yang tak kunjung sembuh. karena, pada dasarnya Tuhan punya rencana yang besar untukmu, kado yang begitu besar nan indah sudahpun di persiapkan Tuhan untukmu. terus mengapa putriku selalu saja menangis dan berkata kenapa ?, kenapa ?. Tuhan tak pernah adil. itu semua terjadi begitu cepat, sampai kau sendiri tak mampu berpikir untuk mencari jawaban yang benar. sedikitnya kesabaran membuat aku gampang meyerah, mungkin kalimat itu pas untukku.

kami selalu di ajarkan arti ketulusan dalam berteman, mereka yang pernah menyakitimu pada akhirnya akan memilih kembali padamu dalam keadaan malu, dan aku percaya itu.
Tuhan telah membuka pintu hatiku, membiarkan aku terjebak diantara mereka yang gemar menyakiti orang lain tanpa memikirkan perasaan mereka itu ada sebabnya. agar aku mampu berpikir dan belajar bagaimana caranya berenang keluar diantara arus arus rumitnya kehidup

Terimakasih pada mereka yang telah mengajarkanku arti ketulusan, terimakasih pada mereka yang telah menyakitiku tanpa kalian aku akan selau menjadi pribadi tanpa arah bahkan tanpa tujuan. ketika aku merasa marah, kecewa ku biarkan semua larut, ku biarkan air mataku mengalir tanpa harus tau apa yang harus kutangisi, karena aku percaya Tuhan lebih tau di balik segala air mata yang ku keluarkan. doa yang tak tersampaikan melalui lisan, akan terungkap lewat air mata. terimakasih banyak yang begitu besar kepada Ayah dan ibuku, juga kedua adik adikku, yang selalu hadir disela sela kesedihanku. kalian adalah harta yang tak mampu kulepaskan, walau saat ini ibuku sudah lama pergi. aku yakin bahwa beliau selalu ada menemaniku. selalulah melakukan yang terbaik bukan menajdi yang terbaik.

Komentar

  1. thanks ya, sorry balkasannya telat, jarang q buka soalnya. salam kembali dari LINGGA

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer